Skip to main content

Teknologi Menjahit KD 3.2 Menerapkan Teknik Menjahit

 

Teknik Menjahit Busana


Teknik menjahit yang benar dapat mempengaruhi kualitas dari hasil (produk) busana, disamping pola yang baik dan ukuran yang tepat serta desain yang bagus semua merupakan suatu kesatuan dari proses pembuatan busana, salah satu diantaranya tidak benar maka tidak akan tercapai produk yang berkualitas baik. Untuk membuat suatu busana agar mendapatkan hasil yang optimal, teknik yangdipakai harus di sesuaikan dengan desain busana dan juga disesuaikan dengan bahan dasar (pabrik) yang dipakai. Berikutnya marilah kita lihat teknik menjahit busana yang perlu disesuaikan dengan desain agar kita dapat memilih dan menerapkan teknik yang tepat dan sesuai dengan busana yang akan dibuat.

A. Tusuk Dasar Menjahit

Tusuk dasar yaitu tusuk dengan menggunakan alat jarum tangan. Ada beberapa tusuk dasar yang biasa digunakan dalam menjahit busana, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Tusuk Jelujur
  2. Tusuk Tikam Jejak
  3. Tusuk Flanel
  4. Tusuk Feston
  5. Tusuk Balut
  6. Tusuk Batang/tangkai
  7. Tusuk Rantai
  8. Tusuk Silang
  9. Tusuk Piquar

B. Kampuh Dasar (Menggabungkan)

Untuk menyatukan bagian-bagian dari potongan kain pada pembuatan busana seperti menyatukan bahu muka dengan bahu belakang, sisi kiri muka dengan sisi kanan belakang dsb, sisa sambungan disebut dengan kampuh. Teknik menjahit sambungan supaya hasilnya kuat, maka setiap penyambungan baik diawal ataupun diakhir tusukan harus dimatikan, agar tidak mudah lepas yaitu dengan cara menjahit mundur maju atau dengan cara mengikatkan ke dua ujung benang. Pemakaian kampuh disesuaikan dengan kegunaan yang lebih tepat. Kampuh (teknik menggabungkan) ada bermacammacam antara lain:

  1. Kampuh Terbuka
  2. Kampuh Balik
  3. Kampuh Pipih
  4. Kampuh Perancis
  5. Kampuh Sarung

C. Teknik Menjahit Bagian-bagian Busana

Adapun teknik menjahit bagian-bagian tata busana:

  1. Menjahit Tepi Pakaian
  2. Teknik menjahit depan, serip dan rompok
  3. Pemasangan Lengan
  4. Pemasangan Kerah

     

D. Belahan Busana

Belahan busana adalah guntingan pada pakaian yang berfungsi untuk memudahkan membuka dan menutup pakaian. Disamping itu juga berfungsi untuk hiasan atau variasi pada pakaian, karena pada belahan nantinya akan dilengkapi dengan kancing/penutup belahan. Belahan pada umumnya terdapat pada tengah muka, tengah belakang, ujung lengan ataupun di tempat-tempat lain pada bagian-bagian pakaian. Pemakaian belahan busana disesuaikan dengan model busana atau desain. Namun demikian teknik penyelesaian belahan ini berbeda-beda sesuai dengan jenis serta letak dari belahan itu sendiri. Jenis-jenis atau,macam-macam belahan secara garis besarnya adalah belahan langsung, belahan memakai lapisan, belahan kumai serong dan belahan tutup tarik.

  1. Belahan Langsung
  2. Belahan berlapis
  3. Belahan tutup tarik

E. Menyelesaikan Busana Dengan Alat Jahit Tangan

Menyelesaikan busana dengan alat jahit tangan memang butuh ketrampilan contohnya memasang kancing. Posisi pemasangan kancing hendaklah tepat digaris tengah muka atau tengah belakang, maka dari itu untuk belahan biasa yang sudah dilebihkan lidah belahannya 2 atau 1,5 cm maka jelujur terlebih dahulu tepat pada garis tengah muka atau tengah belakang, agar tepat. Kancing berfungsi untuk mengancingkan belahan (penutup belahan) atau juga untuk hiasan atau variasi busana. Bermacam-macam bentuk dan model kancing, yaitu kancing lobang dua, dan kancing lobang empat, kancing bertangkai, kancing hias, kancing jepret dan kancing kait.

F. Menyiapkan Tempat Kerja

 Mengatur tempat kerja menjahit dengan tangan berbeda dengan tempat kerja menjahit dengan mesin. Bekerja di sekolah berbeda dengan tempat kerja di sebuah usaha busana, juga berbeda dengan tempat kerja menjahit untuk ibu rumah tangga. Suatu tempat kerja yang diatur teliti dengan mengingat tertib kerja dan rasa keindahan, akan menyebabkan siswa yang sedang mengikuti praktek busana atau karyawan sebuah usaha busana dan seorang ibu rumah tangga yang sedang menjahit, tentu akan bisa bekerja dengan senang. Ruang kerja dan alat yang diperlukan yaitu yang ergonomik dengan kata lain alat yang sesuai dengan kebutuhan. Menjahit dengan tangan adalah segala kegiatan yang pengerjaannya semata-mata dengan tangan, seperti memasang kancing berlobang, kancing jepret, kancing kait dll. Untuk itu di ruang menjahit dengan tangan, sebaiknya disiapkan tempat kerja se asri mungkin, serta alat yang dibutuhkan disusun sesuai dengan tertib kerja sehingga dapat menambah keindahan dan dayaguna praktek menjahit. Dalam kegiatan menjahit dengan tangan bagi siswa disekolah sebaiknya disiapkan kotak jahitan yang isinya: gunting, jarum tangan, jarum pentul, benang, cincin jari, pendedel, centimeter dan alat-alat yang diperlukan untuk menjahit tangan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan.

Comments

Popular posts from this blog

Pembuatan pola KD 3.4 Menganalis prosedur pembuatan pola busana anak

  Pembuatan Pola Dasar Busana Anak Pola merupakan suatu bentuk yang dibuat berdasarkan ukuran badan si pemakai dan digambar dengan perhitungan secara matematika sesuai dengan sistem pola konstruksi masing-masing (Ernawati 2008: 245). Tahapan dalam pembuatan pola busana anak diantaranya; membuat desain busana anak, mengambil ukuran, membuat pola dasar badan anak, membuat pecah pola anak sesuai desain. Pengambilan ukuran merupakan tahap awal pembuatan pola busana anak. Pengambilan ukuran perlu disiapkan beberapa alat diantaranya: Pita ukur dan alat tulis. Macam-macam ukuran yang diperlukan dalam pembuatan pola busana anak adalah: lingkar badan, lingkar pinggang, lingkar panggul, lebar punggung, panjang punggung, panjang rok, panjang bebe, lingkar pergelangan tangan dan panjang lengan (Hasanah, 2011: 56). 1. Cara Mengambil Ukuran Baju Anak   Mengambil ukuran anak harus dipelajari dan dilakukan dengan penuh perhatian. Karena ukuran merupakan dasar dalam menggam...

Dampak industri pariwisata

DAMPAK PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA Pengembangan sektor pariwisata pada suatu daerah akan selalu diikuti oleh dampak ikutan yang menyertainya. Tidak dapat dihindari bahwa akibat dari datangnya wisatawan ke suatu wilayah tertentu dengan kondisi sosio-kultur dan sosio-ekonomi yang berbeda pasti akan menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu di wilayah tersebut. Pengaruh tersebut adakalanya sampai berdampak pada terjadinya pergeseran konstruksi ekonomi, sosial, budaya bahkan sampai pada bergesernya pranata sosial di daerah tersebut. Memang harus diakui, di era globalisasi saat ini, dimana kebebasan beraktifitas, berusaha dan berekspresi adalah mutlak merupakan hak asasi setiap orang, maka akulturasi dan asimilasi sangat mungkin bahkan mudah terjadi antara wisatawan sebagai pendatang dan penduduk pribumi sebagai tuan rumah. Bagaimanapun, pengaruh akibat dari kegiatan pengembangan pariwisata itu adalah sebuah keniscayaan, tinggal bagaimana pemerintah dan masyarakat di daerah tujuan wis...

Teknologi Menjahit KD 3.6 Menerapkan pemeliharaan mesin jahit manual dan mesin jahit industri