Skip to main content

Tekstil KD 3.8 Menerapkan konstrusi bahan Tekstil

 

Konstruksi Bahan Tekstil

Konstruksi suatu bahan tekstil menentukan berat jatuhnya bahan (drape), keawetan dan tekstur bahan. Ada metode dasar konstruksi bahan, yaitu:
a)    Tenunan (woven)
b)   Rajutan (knitted)
c)    Anyaman
d)   Buhul
e)    Kaitan
f)     Renda
g)   Kempa
h)   Bahan tidak ditenun (non woven)


a)   Tenunan (Woven)
Kalau Anda memperhatikan selembar kain, maka Anda akan mengetahui arah panjang dan lebar kain, serta pinggir kain atau tepi kain. Ketika Anda mengamati kain dengan lebih teliti maka Anda bisa melihat kain dengan lebih teliti maka Anda bisa melihat susunan benang-benang yang sejajar dan searah dengan tepi kain dan benang-benang yang melintang.
Benang-benang yang sejajar pinggir kain disebut dengan Benang Lusi. Sedangkan benang yang melintang disebut dengan Benang Pakan. Benang lusi dan benang pakan saling menyilang satu sama lain.




b)   Rajutan (Knitted)
Berbeda dengan kain tenun yang dibuat dengan menyilangkan dua macam benang yaitu benang lusi dan benang pakan, maka kain rajut pada dasarnya dibuat dengan cara membentuk sengkelit-sengkelit. Dari satu macam benang saja yang searah dengan lebar kain atau yang searah dengan panjang kain.
Apabila Anda mengamati selembar kain rajut, Anda akan melihat alur-alur pada kain itu baik ke arah panjang kain maupun ke arah lebar kain. Alur-alur ini terbentuk oleh rangkaian sengkelit. Menurut arah alur tersebut istilah baris sengekelit (wale) dan deret jeratan (course), baris sengkelit(wale) adalah satu deretan sengkelit ke arah panjang kain yang dalam pembuatannya dibentuk oleh sebuah jarum. Sedangkan deret sengkelit (course) adalah satu deretan sengkelit rajut ke arah lebar


c)   Anyaman
Anyaman bukanlah suatu hasil tenunan, tetapi dibuat dari satu susunan benang yang disilangkan miring dari kiri ke kanan dan kembali lagi. Anyaman ini bisa dikerjakan dengan tangan ataupun mesin.

Bahan anyaman bisa Anda buat dari beraneka bahan. Asal bahan itu tidak mudah putus dan pipih serta lentur maka bahan itu bisa dianyam, misalnya: kulit, benang, plastik, rafia, bambu, rotan, dan bahan alami yang lain, seperti rumput, rumputan, mendong, agel, enceng gondok yang sudah dikeringkan, pelepah pisang, akar wangi dan sebagainya.
Hasil dari anyaman bisa berupa tas dari kulit yang dianyam, anyaman kain, plastik, sepatu, rompi, atau garnitur busana dan pelengkap busana. Juga untuk lenan rumah seperti taplak meja, alat rumah tangga misalnya alat dapur, hiasan dinding, kerajinan tangan dan sebagainya.
Anyaman dapat dibuat dalam bentuk pipih atau bulat, misalnya veterband, tali sepatu dan ikat pinggang.


d)   Buhul
Salah satu teknik membuat kain adalah membuat buhul atau simpul. Contoh dari buhul adalah macrame dan filet. Teknik macrame berasal dari Arab. Pada mulanya hanya berupa simpul-simpul yang sederhana, tetapi kemudian berkembang dengan variasi antara simpul-simpul tersebut dan menghasilkan motif yang bermacam-macam. Buhul terdiri dari dua kali simpul, yang pertama disebut setengah buhul. Kedua, setengah buhul lagi yang menguatkan ikatan setengah buhul pertama sehingga tidak terlepas. Motif buhul bisa merupakan garis-garis horisontal, vertikal dan diagonal. Dari rangkaian buhul tersebut dapat dihasilkan bermacam-macam barang kerajinan dan aksesori busana, seperti tas, ikat pinggang, rompi (vest), syal/selendang dan sebagain.




e)   Kaitan
Teknik membuat kain yang lain adalah mengait dan hasilnya dinamakan crochet (kaitan). Kaitan dibuat dari benang kait, misalnya benang wol, benang akrilik, benang katun, benang nilon maupun jerami (raffia) dan lainnya.
Mengait menggunakan jarum kait (haak-pen/Belanda, Crochet needle/Inggris) dari ukuran kecil sampai besar, disesuaikan dengan benang yang dipergunakan. Jarum kait yang kecil (jarum bernomor kecil) dipakai benang yang kecil (halus). Benang yang besar menggunakan jarum kait yang besar (jarum bernomor besar.


































Comments

Popular posts from this blog

PHB KD 3.6 Sulaman Aplikasi

  SULAM APLIKASI A.     PENGERTIAN SULAM APLIKASI Sulaman aplikasi merupakan salah satu sulaman dengan teknik lekapan  yaitu sulaman yang ragam hiasnya dibentuk dari bahan lain kemudian ditempelkan pada permukaan kain. Bahan tempelan untuk membentuk ragam hias dapat berupa kain, benang  kasar, pita atau tali dan payet.Lekapan ini bermacam-macam sesuai dengan bahan tempelan yang digunakan. Adapun jenis jenis sulaman aplikasi ini yaitu sulaman inkrustasi, sulaman melekatkan benang atau tali, melekatkan payet dan quilting. B.      RAGAM  SULAM APLIKASI. Ragam  sulaman aplikasi antara lian : 1.       Aplikasi Cina,dengan ciri tidak bercorak,  ragam hias dibentuk dari kain yang tidak bercorak  dari bahan polos yang digunting sesuai desain. 2.      Aplikasi Persia,ciri-cirinya  bercorak.Pada aplikasi persia kita tidak perlu mendesain ragam hiasnya karena kita hanya mengambil...

PHB kd 3.8 Sulaman Burci

Burci ( Payet ) Pada perkembangan motif busana akhir-akhir ini, banyak bermunculan variasi pemberian motif, baik menggunakan sulaman tangan maupun dengan menggunakan bordir. Untuk mendapatkan kesan keindahan dan kemewahan, dilakukan berbagai inovasi dengan cara memasang berbagai payet, burci ataupun manik-manik yang dikombinasikan dengan bordir untuk lebih memperindah busananya. Sebagai contoh untuk busana pesta atau busana daerah seperti kebaya, saat ini banyak yang manggunakan modifikasi antara bordir dan burci/payet. Memasang payet, burci dan manik-manik pada bordir, semua tusuk bordir,  dapat dipermanis dengan pemberian ornamen-ornamen. a.      Menyiapkan tempat kerja Dalam pengerjaan lekapan burci/payet, dibutuhkan penerangan dan ventilasi ruang yang memadai. Sehingga akan tercipta tempat kerja yang nyaman, yang dapat mendukung peserta diklat dalam menghasilkan karya terbaik. b.      Pengenalan alat dan bahan pendukung ...

Macam-macam payet

Payet Bahasa Unduh  Pa Sunting Payet  (serapan  Bahasa Belanda  : paillette  )  adalah ornamen kecil  ,  biasanya berkilau, dan umumnya berbentuk cakram. Cakram payet datar Pencitraan dekat payet emas kecil yang menutupi sepatu Dalam kostum,  pakaian  dan aksesoris busana, payet memiliki lubang di tengah, sedangkan  spangles  memiliki lubang di bagian atas. Payet biasanya sangat kecil dan datar. Payet dapat dijahit rata dengan  kain  , sehingga membuatnya tidak bergerak, dan kecil kemungkinannya untuk jatuh; atau mereka mungkin dijahit hanya pada satu titik, sehingga payet menjuntai bebas dan bergerak dengan mudah, serta memantulkan lebih banyak cahaya. Beberapa payet dibuat dengan bentuk  faset , untuk meningkatkan kemampuan reflektifnya, sementara yang lain dicap dengan keping yang menyerupai kelopak bunga. Macam-Macam Payet beserta Gambarnya Efnarayi Artania Siagian Sulaman ,  Sulaman payet Kamis, 19 Janu...